Kata Share | Mas Sehat | Ston SEO Responsif Blogger Template

Diagnosa Test Penyakit Hematuria

Diagnosa Test Penyakit Hematuria

Penyakit Hematuria arau kencing darah didiagnosis dengan urine, yang pengujiannya dari sampel urin. Untuk tes, biasanya petugas laboratorium menempatkan kertas kimia (yang disebut dipstick) ke dalam urin. Perubahan warna pada dipstick ketika sel darah merah hadir dalam urin. Bila darah terlihat dalam urin atau tes dipstick urin menunjukkan adanya sel darah merah, penyedia layanan kesehatan memeriksa urin dengan mikroskop untuk membuat diagnosis awal hematuria. Langkah berikutnya adalah untuk mendiagnosis penyebab hematuria tersebut.
Penyedia perawatan kesehatan akan menanyakan riwayat medis secara menyeluruh. Jika dalam riwayat menunjukkan adanya penyebab yang tidak memerlukan pengobatan, urin harus diuji lagi setelah 48 jam untuk kehadiran sel darah merah. Jika dua dari tiga sampel urin menunjukkan sel darah merah terlalu banyak bila dilihat dengan mikroskop, penyebab yang lebih serius harus dieksplorasi diantaranya sebagai berikut:
  • Pengujian urinalisis lebih lanjut. Dari urin dapat dilakukan untuk memeriksa masalah yang dapat menyebabkan hematuria, seperti infeksi, penyakit ginjal, dan kanker. Kehadiran sel darah putih merupakan sinyal ISK. Sel darah merah yang cacat atau mengelompok bersama untuk membentuk tabung kecil, yang disebut gips, mungkin menunjukkan penyakit ginjal. Sejumlah besar protein dalam urin, yang disebut proteinuria, juga dapat mengindikasikan penyakit ginjal. Urin juga dapat diuji untuk kehadiran sel-sel kanker.
  • Tes darah. Sebuah tes darah dapat menunjukkan adanya tingkat kreatinin, produk limbah dari kerusakan otot yang normal, yang mungkin mengindikasikan penyakit ginjal.
  • Biopsi. Biopsi adalah prosedur yang melibatkan mengambil sepotong jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes ini membantu mendiagnosa jenis penyakit ginjal yang menyebabkan hematuria.
  • Sistoskopi. Sistoskopi adalah prosedur yang menggunakan instrumen tubelike untuk melihat ke dalam uretra dan kandung kemih. Sistoskopi dapat digunakan untuk mencari sel-sel kanker di kandung kemih, terutama jika sel-sel kanker ditemukan dengan urinalisis.
  • Tes pencitraan ginjal. Pyelogram intravena (IVP) adalah sinar x dari saluran kemih. Sebuah pewarna khusus, disebut media kontras, disuntikkan ke pembuluh darah di lengan orang, perjalanan melalui tubuh ke ginjal, dan membuat urin terlihat pada sinar x. Media kontras juga menunjukkan setiap penyumbatan dalam saluran kemih. Ketika massa kecil ditemukan dengan IVP, tes lain pencitraan, seperti USG, CT scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI), dapat digunakan untuk lebih mempelajari massa. Anestesi tidak diperlukan, meskipun sedasi ringan dapat digunakan dalam beberapa kasus. Tes pencitraan dapat menunjukkan tumor, batu ginjal atau kandung kemih, pembesaran prostat, atau penyumbatan lainnya dari aliran normal urin.
Diagnosa Test Penyakit Hematuria
AgaricPro Obat Herbal Penyakit Hematuria Kencing Darah Klik DISINI

Terima kasih telah membaca artikel tentang Diagnosa Test Penyakit Hematuria di blog AgaricPro Herbal Alami jika anda ingin menyebar luaskan artikel ini di mohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silakan bookmark halaman ini diwebbroswer anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :

Kata Share | Mas Sehat | Ston SEO Responsif Blogger Template